0

Mengenal Lebih dalam 5 Jenis Tes Buta Warna

Apakah Anda merasa selama ini kesulitan di dalam membedakan berbagai macam warna yang ada, hati-hati bisa jadi sebenarnya Anda mengalami buta warna. Ini adalah sebuah kondisi dimana mata memang tidak bisa membedakan warna-warna yang ada, gangguan penglihatan tersebut nyatanya bisa dialami oleh siapa saja yang disebabkan oleh beragam faktor, mulai diantaranya adalah kerusakan yang terjadi pada saraf optic, kemudian juga karena paparan zat kimia sampai dengan faktor usia atau penuaan.

Guna mengetahui seseorang tersebut mengalami buta warna ataukah tidak maka dilakukan tes buta warna . Umumnya ada beberapa macam metode yang dilakukan untuk tes ini, diantaranya adalah:

  1. Anomaloscope, ini digunakan dengan menggunakan alat seperti mikroskop, nantinya pasien akan diminta untuk melihat pada sebuah lingkaran yang terbagi dalam 2 warna dan kemudian diminta untuk menekan tombol yang ada pada alat tersebut ketika lingkaran tersebut berubah menjadi satu warna. Ini digunakan untuk melihat apakah seseorang mengalami buta warna parsial ataukah tidak.
  2. Ishihara, jenis tes yang satu ini memang paling umum dilakukan, dimana nantinya pasien akan dihadapkan pada sebuah gambar lingkaran yang terdiri dari beragam bintik dan juga warna, dimana nantinya pada bintik tersebut akan membentuk sebuah pola, baik itu dalam bentuk angka maupun huruf. Anda harus mengidentifikasinya. Sama halnya dengan tes anomaloscope, maka jenis tes yang satu ini dapat dipakai untuk mendiagnosa kemungkinan mengalami buta warna parsial.
  3. Farnsworth- munsell, tes yang satu ini nantinya dilakukan dengan memakai sebuah medium gambar lingkaran yang jumlahnya banyak dengan gradasi warna yang berbeda-beda, dilakukan untuk melihat apakah pasiennya tersebut menyadari terjadinya perubahan warna ataukah tidak, meskipun secara tipis.
  4. Penyusunan, seperti namanya maka jenis tes yang satu ini nantinya pasien akan disuruh untuk menyusun sebuah obyek dari beberapa gradasi warna yang berbeda, misalnya adalah dari warna hijau muda sampai dengan hijau yang paling tua.
  5. Cambridge, tes yang satu ini mirip dengan ishihara yaitu pasien akan diminta untuk mengidentifikasi huruf ataupun angka yang tersembunyi di dalam gambar atau sebuah lingkaran yang penuh dengan bintik warna berbeda-beda. Hanya saja bedanya adalah tes tersebut memakai medium atau perantara komputer.

Buta warna sendiri pada dasarnya terbagi atas beberapa jenis, diantaranya adalah:

  1. Buta warna total, kondisi yang satu ini menyebabkan penderitanya tidak bisa membedakan warna sama sekali. Semua yang dilihatnya adalah hitam dan juga putih atau monokrom, kondisi semacam ini biasanya terjadi karena faktor keturunan.
  2. Buta warna parsial, berbeda halnya dengan buta warna total, maka buta warna parsial ini membuat penderitanya tidak bisa membedakan beberapa jenis warna saja secara akurat, itulah mengapa disebut sebagai buta warna sebagian, biasanya ada yang tidak bisa membedakan antara biru dengan kuning yang disebut sebagai tritanopi, kemudian juga tritanomali yang tidak bisa membedakan antara warna biru dengan jelas. Hingga tidak bisa membedakan antara warna hijau dengan merah dan sebagainya.

Nyatanya dalam beberapa kondisi buta warna ini memang menyebabkan seseorang tidak bisa berkarir di beberapa bidang layaknya menjadi seorang tentara, karena memang menjadi salah satu syarat penting untuk masuk ke militer untuk tidak menderita buta warna. Ketahui bahwa buta warna ini dapat dideteksi sedini mungkin, diantaranya adalah dengan menjalani tes buta warna.

 

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *